OSTEOPOROSIS adalah
kondisi di mana bagian tulang menjadi lemah sehingga meningkatkan
risiko patah tulang. Meskipun penyakit tulang dapat mempengaruhi siapa
saja, namun perempuan berisiko lebih tinggi, terutama setelah berusia di
atas 50 tahun.
Namun demikian, dokter juga telah memperingatkan bahwa laki-laki mungkin
sama berisikonya dengan perempuan dalam masalah tulang. Hal ini
terutama karena kurangnya perhatian laki-laki terhadap kesehatan tulang.
Khusus untuk perempuan, berikut adalah beberapa alasan
mengapa jenis kelamin perempuan lebih rentan terhadap penyakit tulang,
sebagaimana dilansir Zeenews, Selasa (21/10/2014).
Menopause
Fase ini dapat meningkatkan risiko wanita terkena penyakit tulang
seiring dengan berkurangnya hormon estrogen, yaitu salah satu faktor
kunci dalam mempertahankan massa tulang. Makan makanan yang kaya
kalsium, vitamin D, dan melakukan latihan beban secara teratur dapat
mengurangi risiko osteoporosis.
Struktur tulang
Tidak seperti laki-laki, perempuan memiliki massa tulang 30 persen lebih sedikit yang membuat mereka rentan terhadap osteoporosis.
Selain itu, perempuan yang memiliki tulang kecil diyakini berisiko
lebih besar terkena penyakit tulang daripada perempuan yang memiliki
berat badan dan postur yang lebih besar.
Umur
Massa tulang mulai menurun secara alami dengan pertambahan usia setelah
kepadatan dan kekuatan tulang maksimal tercapai. Puncak massa tulang
tercapai pada sekitar usia 25 sampai 30 tahun. Wanita di atas usia 50
memiliki risiko terbesar terkena osteoporosis.
Perempuan yang bermasa ringan dengan struktur tulang lebih tipis dan
usia harapan hidup lebih lama juga berpotensi besar menderita
osteoporosis. Namun demikian, baik pria maupun wanita dapat mengalami
kehilangan massa tulang pada tingkat yang sama setelah mencapai 65
sampai 70 tahun.
Sumber






0 komentar:
Posting Komentar